Kamis, 24 November 2011

Mulai dari Sehelai Kertas

Seperti seorang anak belajar menggores pada sehelai kertas, tak jauh bak sebenang kusut, tapi lama-lama juga menjadi gambar yang beraturan. Ia mulai belajar dari membuat kata, hingga kini bisa menulis cerita.
Sang ulama menuangkan ilmu di sehelai kertas hingga tercipta ribuan kitab layaknya tetesan air berhilir samudra luas.
Mulai dari sehelai kertas aku ingin menuliskan cerita, melukiskan perasaan senang, sedih, bahagia, pedih dan kecewa. Bahkan dengan sehelai kertas, aku ingin membentuk istana, membuat kapal pesiar, lampu-lampu lampion, dan beraneka bunga.
Sehelai kertas yang lemah bisa menjadi berharga dengan ilmu yang dituliskan padanya. Karena kuatnya ilmu adalah pada tulisan.
Aku membutuhkan sehelai demi sehelai hingga menjadi kumpulan yang bermakna.

1 komentar: